Tuesday, May 26, 2020

ORDINARY HUMAN


I'm just an ordinary human.
sometimes I medicate.


Hi all!
Sebenernya aku ga terlalu tau mau nulis apa.
It's just a feeling where you know life is not the way it used to be, but it's not yet 100% in the 'next level' or the next chapter, whatever you wanna call it.


I guess, it's transisition phase.


Najas : "Gua bingungnya kayak, ada yang bilang you need to 'constantly sending it to the universe'. Tapi ada yang bilang juga, lu ga perlu minta berulang kali, karna .."
Me : "Jadinya kayak lu ga percaya itu bakal terjadi, hahahahah."
Najas : "Nah iya. Itu dia, jadi how can you "constantly sending it to the universe" tapi ga minta berulang kali?"
Me : "Menurut gue "constantly sending it to the universe" nya itu maksudnya "you stay in the 'frequency'', keyakinan bahwa yang lu minta itu udah diterima dan sedang dalam proses datang ke elu. Itu sih part yang susahnya, untuk tetap 'percaya' ditengah proses penantian."
Najas : "Hmmm..iya. Makanya mereka bilang itu kayak lu belanja di e-commerse. You place your order, lakukan pembayaran. And wait. Lu ga berulang kali ngecek atau apa pun, karna lu yakin they're gonna send my order, and I'm gonna get it in time."




A question,

"Have you ever felt, when you're alone, felt like you can feel another heart beating, the same heart beat as yours, somewhere on this earth?

This happened a few days ago. I was in the middle of my 'devotional time' or 'quiet-time', I could feel there's another heart-beat."









There'll be peace in the city tonight



Saturday, May 23, 2020

Wildest Dreams

Hi everything! πŸ˜‚πŸ’€πŸ˜Ž

I hope y'all are doing great.

We're at the end of Ramadhan, and I guess the end of 'quarantine' karna kayaknya pemerintah juga udah mulai menerapkan 'hukum alam' dalam menatalaksana Corona di Indonesia, jadi ya 'may the odds be in your favor' a.k.a stay safe, jaga diri dan keluarga masing-maisng, sendiri.

Udah segini lama dikarantina, I guess I know now how to use my day 'well'.
Which is to invest in things that make my soul happy, make me feel a sense of acomplishment as I close the day.

I'm so excited for Idul Fitri, cuz' my family always celebrate it with cooking Ketupat, Opor Ayam, and of course Rendang.
Walaupun kami ga ngerayain secara agama, there's always a sense of festive in our house at Idul Fitri.

In a not-so-long term, I'm excited about getting a dr. degree, not for the 'prestige' or anything, but for the fact that we did it, we finish the race God trusts us with. πŸ™πŸ˜ƒ

I'm also excited about coloring my hair the way I want it. (wait for it...ahahahah) ✌πŸ‘€

I'm hoping for spending my 'days-off' exploring Bali and Java, visiting Mai, revisiting Jogja,  finally going to Bandung and Bogor, and of course some time in Jakarta with 'the girl friends' for some 'girl thingy'.  πŸ’•πŸ˜œπŸ˜ŽπŸ˜


And yeah..I'm axcited about finishing 'Padang' chapter.
And start off a new chapter...with a whole new attitude, deeper roots, better and clearer set of priorites.
πŸ™

To be able to live in the moment, eventhough it is not good, 
to actually acknowledge the situation, yet still have the hope for brighter and promising future.
That's what faith does, the confidence that what we hope for will actually happen; the assurance about things we can not see. πŸ™



Getting ready for BALI-MOON Part II. πŸ’•πŸ‘„πŸ˜Ž






the kind of stuff you do when you have a lot of free time  you're single. πŸ˜‚πŸ˜Ž✌




Sunday, May 10, 2020

DIVE INSIDE, UNDERSTAND DEEPER πŸ‘Œ❤✌❤

I remember having this conversation with Najas,

Najas : "Sebenernya bukan lu jadi orang lain waktu lu PMS (Pre Menstrual Syndrome), cuman emang ambang toleransi lu ga setinggi biasanya."
Me : " Maksudnya?"
Najas : " Iya, sebenernya kejadian itu emang shitty, cuman karna hormon lu lagi seimbang, lu bisa toleransi itu dengan baik dan kayak 'Akh, udah deh...biarin aja.' 
Nah pas lu lagi PMS, lu ga mampu memberi toleransi yang sama ke shitty stuff, karna si hormonal imbalance itu."


I mean kayaknya kita banyak banget 'ngambing' hitamin PMS, but if only we know better about it, and how it effects our body, our emotions, and our reactions, we wouldn't have to be the 'victims' so much, and learn how to 'prepare' and cruise along it, moreover it comes monthly, 
so better make good friends with it.

I've seen that PMS is such a vast and personal experience for every woman.
For some women, it may mean appetite changes, or sleeping distrubances, 
or even it may not be much of a difference to her 'normal' days. 

Ada banyak banget variasinya.
Di aku, my PMS consist of one week of being 'more sensitive' than my normal days, 
a MONSTER appetite on the day before the cycle start, and that cramps on the first day, 
like literally in the day light and not-really-into food due to the pain. 
In physical changes, there are 'PMS break-out', or if I'm just 'lucky' enough,
ga sampek jadi 'break-out' cuman kulit kusam, ga secerah biasanya, bloated, 'pseudo-pregnant' apperance belly, and it can be either constipation or diarrhea, 
I mean, a change in my normal bowel movement.

But, more than that yang aku rasa lebih 'excrutiating' adalah perubahan hormon yang nyebapin your emotional changes.
I mean, kadang kalau lagi diajak ngomong sesuatu sama temen cewek and it is the kind of feeling yang bikin mereka merasa sendirian, bersalah, atau merasa 'ga cukup/kurang' aja in general, 
aku biasanya nanya, 'Itu lu lagi masa PMS ga?' atau 'Lu udah mens belum bulan ini?'

Ini bisa banget berwujud kayak ngerasa ga ada yang peduli sama kita, atau teringat tentang kejadian yang membuat kita 'terluka' dan kecewa, atau mempertanyakan hidup kayak 
'kenapa ya gua belum kek gini atau belum kayak gitu'.

I don't say those feelings are not good, but if we let them influence and control us so much that we start questioning ourselves, itu yang ga baik.
Kalau digunakan untuk self-reflection in our 'normal' days sih baik banget, buat lihat bagian mana yang harus diperbaiki dalam hidup, nentuin langkah selanjutnya, dll.

So, karna aku memang cuman bakal nyaranin/ ceritain hal yang aku udah lakuin, some things yang menurut aku will help us, girls, a lot untuk ga terlalu kebawa suasana/ dalam hal ini kebawa sama perubahan hormon adalah :

1. Track down your cycle

Emang penting banget untuk tahu normalnya siklus kita itu berapa lama dan kita lagi dalam masa apa sekarang.
Tracking down your cycle ga cuman penting waktu kamu mau nikah, untuk tahu masa subur kamu, waktu 'bereproduksi' paling baik. ✌πŸ‘€πŸ˜‚
Lebih dari itu, tracking down your cycle bikin kamu tahu if this time of the month is the best time for me to start new project, tahu kapan energi kamu secara keseluruhan paling baik (physically, emotionally, even intelligently). 😎πŸ’ͺ

So yeah, track down your cycle, ketahui normalnya siklus kamu tu berapa hari, lama mens kamu berapa lama. 

One tip is to use an App, dan aku bisa nyaranin make Flo App.
Jadi ga perlu coret-coret kalender meja belajar/ dinding atau ngitung-ngitung sendiri pake Calender di hp.  πŸ‘Œ❤✌







2. Know your symptoms

Ini yang aku secara pribadi ngerasain manfaatnya banget.
Karna when PMS hits, banyak banget perasaan yang bercampur aduk, sampek bisa crying spells, kayak nangis aja tanpa alasan yang jelas. 
Film ga sedih-sedih banget, nangis. Makanan enak, nangis. Atau keinget orang/kejadian yang lalu, nangis.
Banyak banget macamnya.

Karna aku ga mau ngebiarin my emotions control so much of my reactions, jadi aku mulai ngelist 'apa aja yang aku biasanya' rasain selama aku PMS.
Sampai aku bikin 'Step-Ledder Questions' untuk diri aku sendiri untuk bisa asess perasaan aku secara objektif.

Now, kalau aku lagi PMS dan that crying-spells datang, aku jadi kayak, 
"Ohh it's just my dear friend, PMS, doing her thang." πŸ˜‚πŸ’πŸ’–


source : The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism, Volume 95, Issue 4, 1 April 2010, Page E1, https://doi.org/10.1210/jcem.95.4.9998



3. Take good care of yourself

That 150-minute physical activity per week.
That painting or cooking or reading hobby of yours.
A regular sleep schedule.
The right diet for you, karna aku percaya kalau pola makan tiap orang memang sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas, preference, dan faktor risikonya dia sendiri. 
Jadi ya balik ke diri masing-masing.
And yeah a nurturing inner-circle/ close friends for emotional, mental, and recreational matters. πŸ‘ŠπŸ’•
And a spiritual conection with The One, supaya kamu ga terombang-ambing ama dunia. πŸ™






I really do hope this can help some of my girl friends out there.
I mean, kita yang ngalamin, kita yang tahu rasanya, kan?
Dan baik banget kalau pengetahuan kita bisa bantu satu sama lain. πŸ’•πŸ’‹πŸ™



Here are some of the journals kalau kamu mau dive lebih dalam lagi :
1. Premenstrual Syndrome (PMS) and Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD) https://academic.oup.com/jcem/article/95/4/E1/2596293
2. Menstrual Cycle Phase Modulates Emotional Conflict Processing in Women with and without Premenstrual Syndrome (PMS) – A Pilot Study https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0059780
3. Stress reactivity and emotion in premenstrual syndrome  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5481285/
4. Emotion Dysregulation of Women with Premenstrual Syndrome https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5138621/





Thursday, April 23, 2020

S A N C T U A R Y 🏑🌟

Hallo semuanya.

Now that I'm self-quarantining at home (Medan), quarantining feels a lot lighter.
because : it's home.
Place where you are free to be all you, crazy you, sassy you.
The fact that I don't have any cash nor need to take any money from the ATM, is the real definition of  'financial security' ...aahahahah. πŸ˜‚πŸ’•πŸ™ 

And having Mamak, Bapak, Cia around is a pure blessing.
Even my quarrels with Cia, here and there, just feel like the social interaction I need to be able to function optimally. ❤✌πŸ˜‚

My sleeping schedule problem is no longer bothering me. 
Since I have a pretty stable timetable here, because Mamak-Bapak are still working, so all of us 'have to' wake up in the morning for 'getting ready'.

I get to do my physical activities. for around one or one-and-a-half hour.
Then I do self-cleaning, have breakfast, read books (at the moment I'm reading Kahlil Gibran : Spirituality), nap, make TikTok (by myself or with Cia), or cook something with Cia.

I know all of them sound super 'lame', but I guess they give me a sense of stability and routine in the midst of all the uncertainties. πŸ’•πŸ™

Anyway,
I wish everyone a safe self-quarantine.And since it's already Ramadhan,
I apologize for any wrong doing or word I did or said. And I wish all my friends who are celebrating, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.Happy Ramadhan, y'all. πŸ˜ŠπŸ™   






Tuesday, April 7, 2020

Sorta Kinda Missing Coass

Me     : "Jas, gue kangen koass."
Najas : "Ha?!"
Me     : "Maksudnya kayak gue kangen interaksi sosial gitu, gua kangen ke RS."
Najas : "Gua sih ga ada kangennya sama sekali. Mungkin nanti kalau 20 tahun lagi, iya. Kalau sekarang, antara tidur sama koass, ya gua lebih milih tidur gua lah. Ga ada kangen-kangen koassnya sama sekali. Apalagi kita belum UKMPPD."
Me     : "Hahahah..Iya sih."



I guess it's just the almost-a-month self-quarantined Glados speaking.
But yeah, I really do miss playing outside, hanging with my friends, being able to hug them.
It really is situation like this yang nyadarin seberapa banyak hal-hal kecil yang kita (me, cuz' I can speak for myself) suka lupa syukuri.

So, this brings me to put up real gratitude-list, terutama untuk orang-orang ini selama aku coass.
I know this will sound super ga penting buat banyak orang, tapi buat aku ini penting banget, karna kalau Tuhan didn't place these people around me for that exact time, I wouldn't be able to finish my rotation.

Not because I couldn't finish the tasks clinical term has, but because I wouldn't be able to bear the social situation I was facing at hospital at that time.
Tapi karna itu juga mereka terasa begitu spesial, karna mereka jadi kayak the the stars in my darkest nights. 

Jadi kita mulai dari yang paling awal banget :

1. Afi (NEURO)

Having Afi around was like having a bottle of water in a journey in the desert.
Kemana-mana pas di Bukit pasti sama Afi, belajar sama Afi, makan pisang panggang ama Ami, beli Roti John, semuanya dilakukan sama Afi dengan jalan kaki..ahahahahha... 
I really do enjoy walking, and thank God, Afi juga suka jalan.

Aku bukan jenis orang yang gampang deket sama orang baru kenal, atau gampang cerita 'private matters' ke orang lain, but Afi feels like a friend I've known for life.
Can't really explain the feeling, it's just one of those times when you just know that someone is for you.




Satu-satunya foto berdua sama Afi yang aku punya, foto pas aku ultah.
Padahal kami selalu kemana-mana sama.
Tapi emang bukan tipe orang suka foto kalau jalan.


2. Kak Mame  (OBS-GYN)

Kak Mame, sobat keliling Payakumbuh pake kaki, kulineran di Payakumbuh, minjem motor temen Akbid buat beli si pensi pedes..ahahahah...those memories.

Thank u Kak, untuk smuanya.
Maafin otak aku waktu itu ya....emang lagi ga berfungsi dengan baik kemarin.




3. Nadrah dan Bapak Kami 'Doni' (BEDAH)

Ini fix ga ada tanding.
Makasihh sekasih-kasihnya.
Buat memahami kepatoan kelompok kita (ahahhhaah..ampek mau dilempar gelas ama konsulen #KelakuanKamiTidakUntukDitiru), buat standing up for me dalam hal yang aku tau ataupun ga tau.

Makasih udah jadi rumah buat aku di tengah segala situasi.

Aku kangen kalian berdua....seriusaaann... πŸ’•πŸ‘ͺ

    





4. NGE-GASS (INTERNA)

Pas IPD, I was blessed with a gang of good people.
Ya, walaupun namanya IPD pasti ada konflik2 ngerjain orderan lah ya.ahahaha..
Bersyukur banget buat NGEGASS. 




5.Mirtha (JIWA)

Hampir 24/7 ama Mirtha.
Dari sarapan-makan malam ama Mirtha.
Smua-muanya ama Mirtha.
Cari pasien, home visit, smua ama Mirtha.
Love Mirthanya Indra. πŸ’•πŸ˜




6. Kelompok Dinas (ANASTESI)

Isinya coass-mates aku (Andy-Noufal), pseudo-coassmate (Tari), Jacq, Agung, adek angkat aku, Cesi.ahahahahaha
Gimana ga sayang kalau sampek ada hari dinas dimana kami bisa nonton film pake proyektor (2 kali), bisa makan amanda sambil pake sheet-mask.
Ahahahahaha....Makasih KBT πŸ‘πŸ’“




Adek angkat, Cesi kami.πŸ’•



















Bersyukur banget dikasih coass-mate orang berdua ini.


























































7. Sepdiana Wahyuni &  KELOMPOK 4 (ANAK)

Ina ama Inka udah jadi temen LDR-an sejak tahun 4 pre-klinik.
Tapi emang beda aja rasanya, walau kami bukan jenis yang selalu  kontak (WA/telfon), waktu kami ketemu tetep terasa kayak "this is safe-place".

Di Anak, aku ama Ina udah kayak kembar siam, kemana-mana sama....kecuali pas daerah dan jadwal dinas..ahahahah...

Ina, one of the my best eat-out buddies.  πŸ’•


KELOMPOK 4 (iya emang ga kreatip anggotanya ngasih nama).
Tapi memorinya banyak....apalagi karna perseptor kami yang mampu membuat suara kami, masing-masing, bergetar saat tampil ilmiah. πŸ‘€✌

Special thanks to Rani, tag-team dinas Anak aku.
Makasih Ran, you know what I feel for you. 😘






8. CACA (KULIT)

Tukang jajan, tukang makan, tukang masak.
Selalu belajar di luar & makan sama Caca. πŸ’•
Kelompok kami  juga ga ngerti lagi sisiak amehnya war biassa..ahahahaha..
Kesayangan juga Kak Fazlin, Nene sayang, Asin sayang. πŸ’Ÿ

Ga pernah ambil foto berdua ama Caca..padahal sering banget keluar bareng.. jadi foto pas acara siklus aja ya πŸ’•



9. Kelompok 1 Mata (MATA)

Isinya koass veteran semua, Bang Afan, Bang Abdul, Kak Osi, Kak Sati, Andy, Noufal, Dina, aku.
Ahahahhaha.
Tapi itu jugak yang bikin seru, ke-PATO-an yang ga ketolongan, cerita-cerita koplak, sampai belajar bareng buat OSCE-MCQ (sekalinya Bang Afan-Bang Abdul mau diajak serius, hahahahha). 
πŸ’πŸ‘…πŸ˜‚



KELUARGA CEMANA CEUNNAH πŸ’–πŸ‘ͺ

10. Aisya-Oli (RADIOLOGI)

Pernah ga ngerasa kalau Tuhan ngasih kamu rezeki nomplok?
Keknya itu deh yang Tuhan kasih buat aku menutup siklus terakhir, dikasih sesiklus sama sahabat sendiri, satu-satunya siklus kami yang sama. πŸ’‹πŸ’–


Ga sengaja samaan pakai batik Papua πŸ’•







































Ditambah dikasih Aisya yang jadi sobat paha-ayamQue, sobat cuanQue, sobat Across-PadangQue, sampek sobat KABINQue.
Hahahhahahahaha..
Mingkin itu pulak cara supaya bisa ngelewatin siklus Radiologi dengan baik, ditengah segala kondisinya.
Tetep makasih ke Igo, Khusnul, dan Popo, sobat veteran di siklus trakhir. πŸ’“

Aisya yang paling mirip sam Bu Efrida. πŸ‘€πŸ˜‚

Now that I can look back from a better position, I see God's protection and sovereign hands in all those times.
Berat iya, tapi Dia juga beri bantuan sesuai yang aku butuhkan untuk bisa menjalani dan menyelesaikannya.


A list of orang-orang yang ga ketemu di siklus tapi selalu ada :

1. dr. Aprilia Adelina Barus

The real 'kasih seorang sahabat'.
Makasih Mai, udah ngasih contoh ke aku, jadi aku bisa beri 'kasih seorang sahabat' juga ke orang lain sekarang. πŸ’–πŸ’•


Ini poni hasil potongan dr. Aprilia, katanya biar jadi kenangan-kenangan perpisahan kami. πŸ˜…

Hari Mamai jadi dr.Aprilia πŸ’•


2. OpungQue, Ulfa

Ulfa  : ''Kak orang-orang nanyain aku.''
Me   : ''Nanti ya Wak. Kalau waktunya udah tepat baru aku cerita.''

Untuk selalu jadi dirinya sendiri, untuk tetap mendukung, untuk jadi Medan-nya aku di Padang. πŸ’•






Aku baru sadar, yang suka ngajak foto pas jalan emang cuman Opung.ahahahhaπŸ’•πŸ’‹








































3. ALAMADEA SELA GRACIA GINTING

Sahabat dari masih ingusan....ahahahah
You know I LOVE YOU.
And I know you love and got my back, as I got yours. 

Time flies...And Thank God, we learn to grow together through it all. πŸ’•


3. Nabila 'si introvert cerewet' Jasmine

Temenan dari akhir tahun 1 pre-klinik (deket pas udah di Project Team), teman diskusi Laws of The Universe, teman yang paling self-improvement oriented, skarang jadi Quarantine-Buddy.






4. LAURA ANCE SINAGA

I ADORE YOU.
I LOVE YOU.
YOU ARE TRULY MY ROLE-MODEL.

5. SOLA GRACIA MARCE SIREGAR


 A sister.
A best friend.
A safe-place.
My favorite fight-buddy.


5. BAPAK

Untuk nunjukin apa makna 'tau tapi menjaga', untuk topangan tangan di atas kepala Kakak, untuk doa yang ga pernah berkesudahan. 


Monday, April 6, 2020

Hard Place 4 2















some of the stuff I just stumbled upon.

How 2Pac described his relationship with Jada..
and Jada always describes it as "once in a life time connection".
It wasn't romantic love, wasn't about physical-satisfaction, it was about connection, 
anchor for each other.